Berita Perjalanan Saran 3 Hal yang Perlu Diketahui Ketika Berbelanja Dalam Mata Uang Asing Dengan Kartu Kredit

Semua artikel

3 Hal yang Perlu Diketahui Ketika Berbelanja Dalam Mata Uang Asing Dengan Kartu Kredit

Berbelanja dengan kartu kredit dan membayar dalam kurs mata uang asing pasti pernah Anda alami, misalnya ketika membeli tiket pesawat di situs maskapai asing, memesan hotel di situs hotel atau online travel agent internasional, serta berbelanja di merchant luar negeri, baik secara online maupun langsung saat Anda sedang traveling.

Unduh aplikasi Skyscanner di sini

Setiap transaksi tersebut akan tercatat dalam kurs Rupiah di tagihan bulanan kartu kredit Anda. Akan tetapi, pernahkah Anda menemukan hasil konversi ke Rupiah ketika berbelanja tidak sama dengan jumlah yang ditagihkan dalam kartu kredit Anda? Atau pernahkah Anda mengalami kebingungan ketika ditanya: “mau langsung dikonversi ke Rupiah atau bayar dengan mata uang asli?” saat berbelanja di salah satu toko, terutama di negara yang berdekatan dengan Indonesia, seperti Singapura atau Malaysia? Untuk lebih paham tentang penggunaan kartu kredit saat berbelanja barang dalam mata uang asing, simak ulasan berikut ini!

Baca: 5 Kartu Kredit Terbaik Untuk Traveler.

Tanggal transaksi dan tanggal pencatatan

Hal pertama yang Anda perlu ketahui jika Anda menemukan kasus jumlah yang ditagihkan ke Anda berbeda dengan jumlah yang Anda bayarkan ketika transaksi adalah terdapat perbedaan antara tanggal transaksi dan tanggal pencatatan yang dilakukan oleh bank.

Tanggal transaksi adalah tanggal pembelanjaan dan pembayaran Anda terjadi. Sementara tanggal pencatatan adalah tanggal pembelanjaan dan pembayaran itu dicatat oleh bank sebagai sebuah transaksi.

“Lo, memangnya begitu saya transaksi tidak langsung dicatat?”

Jawabannya adalah belum tentu. Biasanya, untuk transaksi dalam negeri, pencatatan akan sama dengan tanggal transaksi. Namun, untuk transaksi dengan merchant asing, pencatatan bank bisa mengalami delay atau keterlambatan hingga 1-2 hari, karena adanya perbedaan waktu dan beberapa hal lainnya yang tidak dijelaskan oleh bank.

Kurs yang ditagihkan bank ke Anda adalah kurs pada saat tanggal pencatatan terjadi. Hal ini bisa saja menguntungkan, tapi bisa juga merugikan, tergantung kurs bank pada hari itu. Jadi, jangan heran jika di kemudian hari Anda menemukan adanya perbedaan jumlah tagihan yang harus Anda bayarkan saat melakukan transaksi dan saat tagihan datang.

Biaya yang dikenakan untuk transaksi kartu kredit dengan mata uang asing

Hal kedua yang perlu Anda ketahui saat membayar dengan kartu kredit adalah terdapat 2 biaya “tersembunyi” yang harus Anda bayarkan, yaitu:

  1. Biaya konversi mata uang asing yang dilakukan oleh jaringan kartu kredit (seperti VISA, Mastercard, JCB, atau AMEX)
  2. Biaya administrasi yang dikenakan oleh bank penerbit atas transaksi dengan mata uang asing

Besaran biaya konversi yang dikenakan oleh jaringan kartu kredit biasanya sebesar 1%-2%, sedangkan biaya administrasi yang dikenakan oleh bank penerbit berkisar antara 1.5%-2.5%, atas kurs tukar terhadap Rupiah. Anda tidak akan melihat rincian biaya ini karena biaya ini langsung nampak sebagai nilai tukar mata uang asing di tagihan kartu kredit Anda.

Itulah sebabnya angka yang Anda lihat di tagihan kartu kredit Anda bisa berbeda dengan jumlah yang Anda bayarkan ketika bertransaksi. Merchant tempat Anda belanja belum mengenakan biaya konversi mata uang asing yang dikenakan oleh jaringan kartu kredit dan bank penerbit.

Dikonversikan langsung ke Rupiah vs. membayar dengan kurs asli

Hal ketiga yang perlu Anda ketahui adalah jika Anda berbelanja di negara asing menggunakan kartu kredit, lalu toko atau merchant menawarkan – atau bahkan mengonversi langsung mata uang asing menjadi Rupiah untuk Anda bayarkan, maka Anda mengalami sebuah konversi mata uang dinamis atau dikenal dengan sebutan Dynamic Currency Conversion.

Dynamic Currency Conversion adalah konversi kurs yang menggunakan rate merchant dan bukan rate dari jaringan kartu kredit (VISA, MasterCard, JCB, atau AMEX) ataupun bank penerbit kartu kredit Anda. Akibatnya, Anda bisa saja mendapatkan kurs tukar yang kurang menguntungkan. Dan bukan itu saja, Anda pun akan dikenakan biaya tambahan sebesar 0.8% hingga 1% atas penggunaan Dynamic Currency Conversion itu tadi, sehingga biaya yang harus Anda keluarkan akan lebih besar.

Jadi, jika Anda menemukan merchant yang menawarkan untuk langsung mengonversi jumlah pembelanjaan Anda ke Rupiah, sebaiknya Anda bilang tidak dan bayarkan saja dalam mata uang aslinya agar Anda tidak mengeluarkan uang lebih banyak dari yang seharusnya.

Itulah tiga hal yang perlu Anda ketahui tentang penggunaan kartu kredit untuk transaksi dalam mata uang asing. Dengan mengetahui ketiga hal tersebut, kini Anda bisa lebih hemat ketika berbelanja di situs internasional ataupun di luar negeri. Selisihnya bisa Anda pakai untuk beli tiket pesawat dan liburan lagi!

Yuk rencanakan perjalanan Anda sekarang! Lakukan pencarian tiket pesawat serta pemesanan hotel hanya lewat Skyscanner. Unduh juga aplikasi gratis Skyscanner di smartphone Anda, agar pencarian tiket pesawat dan hotel lebih mudah dilakukan kapan saja, di mana saja!

Peta

Mau dapat info serupa seperti ini dan tips-tips lain terkait visa dan traveling langsung ke e-mail Anda? Ayo berlangganan newsletter Skyscanner!