Berita Perjalanan Saran Cara Mendapatkan Visa atau Bebas Visa Wisata ke Jepang

Semua artikel

Cara Mendapatkan Visa atau Bebas Visa Wisata ke Jepang

Jepang adalah salah satu destinasi liburan terfavorit warga Indonesia sejak tiga tahun terakhir, terutama sejak peraturan bebas visa ke Jepang bagi pemilik e-paspor Indonesia diberlakukan. Berencana ke Jepang? Ada dua cara masuk ke Jepang yang bisa dilakukan, tentunya tanpa ribet. Skyscanner Indonesia telah mengulas cara membuat visa Jepang untuk warga negara Indonesia beserta cara bebas visa turis ke Jepang. Simak lebih lanjut berikut ini. Jangan lupa cari dan pesan tiket pesawat promo ke Jepang (periode 2017-2018) sekarang juga sebelum habis!

Unduh aplikasi Skyscanner di sini

1. Cara ke Jepang tanpa visa

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Jepang sudah memberlakukan bebas visa bagi pemilik e-paspor Indonesia sejak 1 Desember 2014. Untuk bisa merasakan manfaat ini, Anda diwajibkan memiliki e-paspor. Apa dan bagaimana cara membuat e-paspor? Baca Cara Membuat e-Paspor di Indonesia.

Tapi, Anda tidak serta merta bisa masuk ke Jepang begitu saja, hanya dengan bermodalkan e-paspor. Anda tetap harus mengurus registrasi e-paspor terlebih dahulu ke Kantor Perwakilan Negara Jepang di Indonesia sebelum keberangkatan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Bebas visa ke Jepang untuk pemegang e-paspor Indonesia hanya berlaku untuk kunjungan singkat (wisata, bisnis, kunjungan keluarga/teman, atau kunjungan singkat lainnya). Untuk tujuan lainnya, Anda wajib mengajukan visa.
  2. Durasi tinggal Anda di Jepang adalah maksimal 15 hari. Jika lebih, maka Anda harus mengajukan visa, walaupun Anda adalah pemegang e-paspor.
  3. Masa berlaku bebas visa adalah 3 tahun atau sampai batas akhir berlaku paspor (multiple entry).
  4. Registrasi bebas visa tidak dikenakan biaya (gratis).
  5. Proses registrasi adalah 2 hari kerja.
  6. Jika Anda tidak mengajukan registrasi bebas visa sebelumnya, maka Anda akan dicekal di bandara Jepang.
  7. WNI yang pernah dideportasi, dalam masa cekal, pernah melakukan pelanggaran hukum baik di Jepang atau negara lain, atau pernah menjalani masa tahanan selama 1 tahun atau lebih, tidak akan diizinkan masuk ke Jepang walaupun telah melakukan registrasi sebelum keberangkatan.

Cara melakukan registrasi bebas visa sangatlah mudah. Anda cukup membawa e-paspor dan formulir aplikasi yang sudah terisi ke Kantor Kedutaan Besar Jepang/Konsulat Jenderal/Kantor Konsulat di Indonesia (link download ada di bagian bawah artikel). Setelahnya, Kedutaan/Konsulat Jenderal/Kantor Konsulat akan menempelkan stiker bebas visa dan menyerahkannya kembali pada pemohon, dan Anda pun bisa segera terbang ke Jepang serta menikmati liburan Anda.

2. Cara mendapatkan visa Jepang

Bagi Anda yang tidak memiliki e-paspor Indonesia ataupun proses registrasi bebas visanya ditolak, Anda bisa mengajukan visa Jepang seperti biasa.

Dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan visa wisata ke Jepang adalah

  1. Paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan setelah tanggal kepulangan dari Jepang.
  2. Formulir permohonan visa (link download ada di bagian bawah artikel).
  3. Pasfoto terbaru (ukuran 4.5 x 4.5 cm, diambil 6 bulan terakhir dengan latar putih)
  4. Fotokopi KTP
  5. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (jika masih berstatus pelajar)
  6. Bukti pemesanan tiket pesawat pulang-pergi
  7. Jadwal perjalanan lengkap (link download ada di bagian bawah artikel)
  8. Jika pemohon visa lebih dari satu, maka akan dibutuhkan fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga atau akte lahir.
  9. Dokumen terkait biaya perjalanan, seperti fotokopi rekening koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir.
  10. Surat keterangan bekerja
  11. Surat undangan (jika ada pengundang dari Jepang)

Selain visa kunjungan sementara untuk tujuan wisata, Anda bisa mengajukan visa kunjungan sementara berkali-kali atau multiple-entry. Syarat dokumen yang dibutuhkan sama, hanya saja Anda harus sudah pernah melakukan kunjungan singkat ke Jepang dalam waktu 3 tahun terakhir.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengajukan visa ke Jepang adalah

  1. Dokumen persyaratan tidak boleh distaples. Gunakan klip kertas untuk menyatukan dokumen aplikasi visa.
  2. Hanya gunakan kertas dengan ukuran A4 untuk semua dokumen aplikasi, termasuk untuk fotokopi KTP (jangan dipotong).
  3. Tempel foto dengan lem agar merekat dengan kuat di formulir aplikasi visa.
  4. Semua dokumen tidak boleh dilipat atau tertekuk, semua harus dalam kondisi rapi saat pengajuan.
  5. Permohonan visa hanya akan diproses di Konsulat yang sesuai dengan wilayah yurisdiksi. Informasi soal wilayah yurisdiksi dapat dibaca di bawah.
  6. Proses pembuatan visa memakan waktu minimal 4 hari kerja: Senin-Jumat, pk 08.30-12.00 waktu setempat (hari dan jam kerja di kantor kedutaan besar/konsulat jenderal/kantor konsulat Jepang di Indonesia).
  7. Biaya pembuatan visa adalah Rp370.000 untuk Visa Single Entry, Rp740.000 untuk Visa Multiple Entry, dan Rp90.000 untuk Visa Transit.

Cara Baru Mengajukan Visa Jepang dan Registrasi Bebas Visa

Mulai 15 September 2017, Kedutaan Besar Jepang menunjuk VFS Global untuk menjalankan Japan Visa Application Centre (JVAC) untuk proses aplikasi maupun pengajuan visa, terutama bagi kota yang termasuk dalam wilayah yurisdiksi Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Lokasi JVAC adalah di Lotte Shopping Avenue 4F, Unit No.33, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 3-5, Jakarta Selatan.

Setelah JVAC beroperasi, loket visa di Kedutaan Besar Jepang hanya melayani aplikasi visa mulai pukul 8.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB, dan pengambilan visa antara pukul 13.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Sementara JVAC akan melayani pengajuan visa Jepang dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Bagi pemohon yang berdomisili di wilayah yurisdiksi lainnya dapat tetap melakukan pengajuan di wilayah konsuler masing-masing.

Registrasi bebas visa untuk pemegang e-paspor dapat diajukan di loket kedutaan maupun JVAC. Biaya pengajuan visa di JVAC adalah Rp155.000, sementara untuk registrasi bebas visa dikenakan biaya Rp115.000.

Informasi Kantor Kedutaan Besar/Konsulat Jenderal/Kantor Konsulat Jepang di Indonesia

KOTA YURISDIKSI ALAMAT
Jakarta Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung. Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta 10350. Telephone: (021) 3192-4308. FAX: (021) 315-7156.
Surabaya Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan. Jl. Sumatera No. 93, Surabaya. Telephone: (031) 503-0008. FAX: (031) 503-0037, 502-3007 (Visa).
Makassar Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua (Irian Jaya), Papua Barat. Gedung Wisma Kalla Lantai 7, Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 8-10, Makassar. Telephone: (0411) 871-030. FAX: (0411) 853-946.
Denpasar Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur. Jl. Raya Puputan No.170, Renon, Denpasar. Telephone: (0361) 227-628. FAX: (0361) 265-066.
Medan Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau. Sinar Mas Land Plaza (Wisma BII), 5th floor. Jl. Pangeran Diponegoro No. 18, Medan. Telephone: (061) 457-5193. FAX: (061) 457-4560.

Itulah dua cara untuk ke Jepang baik dengan bebas visa maupun dengan mengajukan visa Jepang. Berencana ke Jepang dalam waktu dekat? Segera cari tiket pesawat dan hotel Anda selama di Jepang hanya lewat Skyscanner. Unduh juga aplikasi terbaru Skyscanner di smartphone Anda, agar proses pencarian tiket pesawat kian mudah.

Peta

Link untuk download berkas administrasi