Berita Perjalanan Saran 4 Cara Agar Bisa Tinggal di Eropa Lebih Dari 90 Hari (Secara Legal)

Semua artikel

4 Cara Agar Bisa Tinggal di Eropa Lebih Dari 90 Hari (Secara Legal)

Bagaimana cara bisa berjalan-jalan lebih dari 90 hari secara legal di Eropa? Baca di sini!

Unduh aplikasi Skyscanner di sini

Pergi liburan ke benua Eropa bukan hanya jauh, tapi juga mahal. Apalagi, warga negara Indonesia wajib untuk mengajukan visa untuk berkunjung ke Eropa. Itulah mengapa, ketika seseorang berencana ke Eropa, maka biasanya ia tidak akan pergi dalam waktu yang sebentar saja.

Sayangnya, mayoritas negara-negara di Eropa hanya mengizinkan warga asing untuk tinggal di wilayahnya selama maksimal 90 hari lamanya, dalam periode 180 hari. Sehingga, selama-lamanya Anda ingin menetap di wilayah Eropa, waktu yang Anda miliki hanyalah 90 hari, setelah itu Anda harus keluar dari wilayah itu, melewati periode 180 hari terlebih dahulu, sebelum menginjakkan kaki di daratan Eropa lagi.

“Lalu, bagaimana supaya saya bisa berjalan-jalan lebih dari 90 hari secara legal di Eropa?”

Memahami negara-negara di Eropa dan peraturan visa-nya

Sebelum berbicara lebih jauh, ada 2 hal penting yang harus Anda pahami terlebih dahulu:

1. Wilayah Eropa terbagi atas wilayah Schengen dan non-Schengen.

Ketika kita berbicara mengenai Eropa, maka sebagian besar dari kita biasanya me-refer ke negara-negara yang tergabung dalam wilayah Schengen yang terdiri atas 26 negara, seperti Belanda, Prancis, Swiss, Italia, Jerman, Yunani, Portugal, dan Spanyol. Negara-negara ini memiliki kebijakan visa yang sama, sehingga ketika seseorang ingin masuk ke salah satu dari negara Schengen, maka ia hanya perlu mengajukan visa Schengen yang diterbitkan oleh satu dari 26 negara tersebut saja. Baca selengkapnya soal 26 negara yang tergabung dalam wilayah Schengen dan cara mengajukan visanya di sini.

Di luar wilayah Schengen, terdapat lebih dari 20 negara lainnya di benua Eropa yang memiliki kebijakan visa masing-masing, seperti Inggris, Irlandia, Kroasia, dan Rusia. Artinya, Anda tidak memerlukan visa Schengen, tetapi beberapa di antaranya menerapkan kebijakan visa sendiri, sementara tidak sedikit pula yang menerapkan kebijakan bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia.

Baca 9 Negara Bebas Visa di Eropa.

Cari tiket murah via Skyscanner

2. Masa izin tinggal dan masa berlaku visa

Seperti yang sudah disebutkan di atas, mayoritas negara di Eropa – terutama wilayah Schengen – memberlakukan peraturan masa izin tinggal selama 90 hari dalam periode 180 hari. Artinya, berapa lama pun masa berlaku visa Schengen Anda – misal, ada kedutaan yang memberikan Anda masa berlaku visa hingga 5 tahun lamanya, Anda tetap hanya bisa tinggal di wilayah Schengen selama total 90 hari lamanya dalam periode 180 hari.

Contohnya, Anda pertama kali menginjakkan kaki di wilayah Schengen pada tanggal 1 Januari 2018, untuk liburan selama 45 hari. Setelahnya, Anda kembali datang ke wilayah Schengen pada tanggal 1 April 2018 selama 30 hari lagi. Artinya, dalam kurun waktu 180 hari pertama sejak Anda menginjakkan kaki di wilayah Schengen, Anda sudah tinggal di wilayah tersebut selama total 75 hari lamanya. Berarti, Anda hanya memiliki sisa 15 hari lagi untuk tinggal di wilayah Schengen hingga akhir Juni 2018, saat periode 180 hari Anda berakhir. Jika Anda ingin tinggal dalam periode yang lebih lama di kunjungan ke-3 Anda, maka Anda baru bisa melakukannya pada bulan Juli 2018, karena “izin masuk” Anda ke wilayah Schengen baru di-reset pada bulan itu. Hati-hati jangan sampai Anda melebihi batas waktu yang diberikan, karena akan berdampak buruk pada reputasi paspor Anda dan bisa membuat Anda dideportasi atau bahkan tidak diizinkan untuk masuk ke negara itu lagi.

Sementara itu, negara-negara lain di luar wilayah Schengen memiliki masa izin tinggal yang berbeda-beda. Misalnya Kerajaan Inggris (termasuk Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara) memberikan periode tinggal hingga 180 hari lamanya; atau Republik Irlandia, Rumania, Kroasia, dan Ukraina yang memberikan izin tinggal hingga 90 hari lamanya.

Cari tiket murah via Skyscanner

Lantas, apa yang bisa Anda lakukan agar Anda bisa tinggal di Eropa lebih dari 90 hari?

Ada 4 cara yang bisa Anda lakukan.

1. Atur jadwal keluar masuk wilayah Schengen

Setelah memahami peraturan wilayah Schengen dan non-Schengen, serta masa izin tinggal Anda di wilayah tersebut, maka Anda bisa lebih mudah mengatur jadwal perjalanan supaya Anda bisa tinggal di Eropa lebih dari 90 hari lamanya.

Misalnya, Anda menghabiskan 90 hari pertama Anda di wilayah Schengen, kemudian Anda menghabiskan 45 hari di wilayah Kerajaan Inggris, lalu Anda menghabiskan 45 hari di Rusia, baru kemudian Anda kembali lagi ke wilayah Schengen. Anda bisa mengatur jadwal perjalanan Anda sedemikian rupa, tergantung keinginan Anda.

Cari tiket murah via Skyscanner

2. Mengajukan visa tinggal jangka panjang

Selain visa turis yang berlaku hingga maksimal 90 hari dalam periode 180 hari, beberapa negara Schengen juga menyediakan opsi visa tinggal jangka panjang, yang memungkinkan warga negara Indonesia untuk tinggal di negara tersebut lebih dari 90 hari, bahkan hingga 1 tahun lamanya.

Peraturan masing-masing negara berbeda dan Anda disarankan untuk memastikan langsung ke masing-masing kedutaan. Namun biasanya, pengajuan visa tinggal jangka panjang ini harus dilakukan langsung ke masing-masing kedutaan, tidak bisa melalui perusahaan yang melayani proses aplikasi visa seperti VFS Global atau TLS Contact, dan Anda harus mengajukannya sendiri – tidak bisa diwakilkan.

Baca 8 Lokasi Pengajuan Visa ke Berbagai Negara dari Indonesia.

Beberapa negara yang memberikan visa tinggal jangka panjang, seperti:

  • Belanda, Belgia, dan Luxembourg yang memberikan MVV atau izin tinggal sementara, dengan pengajuan langsung ke kedutaan. Baca lebih detail di sini.
  • Denmark dan Islandia dengan pengajuan langsung ke kedutaan. Baca lebih jelas di.
  • Italia dengan pengajuan langsung ke kedutaan. Baca detailnya di sini.
  • Austria mewajibkan residence permit untuk masa tinggal lebih dari 90 hari. Baca lengkapnya di sini.
  • Prancis yang memberikan visa tinggal jangka panjang untuk long stay family reunion bagi pasangan (suami/istri) atau orangtua (ayah/ibu). Baca lebih lanjut di.

Cari tiket murah via Skyscanner

3. Sekolah, kuliah, atau bekerja di Eropa

Melanjutkan pendidikan di Eropa merupakan salah satu cara yang paling sering digunakan WNI untuk bisa tinggal dalam periode yang lama di Eropa. Apalagi, banyak beasiswa yang disediakan di seluruh penjuru Eropa, seperti Belanda, Jerman, dan Prancis. Carilah beasiswa atau lanjutkan pendidikan Anda di salah satu negara Eropa, maka Anda akan bisa tinggal di Eropa – dan tentunya berjalan-jalan – hingga 1-2 tahun lamanya.

Baca 4 Tips Untuk Mendapatkan Beasiswa S2 di Luar Negeri.

Selain melanjutkan pendidikan, hal lain yang bisa Anda lakukan adalah bekerja di Eropa, seperti Tika Larasati, Senior Growth Manager – Influencer Marketing Skyscanner yang kini berbasis di kantor pusat Skyscanner di Edinburgh, Skotlandia. Anda bisa mencari pekerjaan di perusahaan yang Anda inginkan – atau bekerja dengan Skyscanner, mungkin?

Lihat lowongan pekerjaan yang sedang dibuka di Skyscanner, siapa tahu Anda yang kami cari.

Cari tiket murah via Skyscanner

4. Menikah dengan warga negara Eropa

Hal terakhir yang bisa Anda lakukan agar bisa tinggal di wilayah Eropa lebih lama adalah dengan menikah dengan warga negara Eropa. Proses pengurusan izinnya memang lebih sulit dan memakan waktu, tapi jika Anda sudah mendapatkannya, maka Anda bisa tinggal dan berkeliling negara-negara di Eropa tanpa batas waktu.

Cari tiket murah via Skyscanner

Itulah 4 cara yang bisa Anda lakukan agar bisa tinggal di Eropa lebih dari 90 hari lamanya secara legal. Jadi, sudah siap untuk bertualang? Segera rencanakan perjalanan Anda dan cari tiket pesawat serta hotelnya hanya di Skyscanner.

Peta

Mau dapat info serupa seperti ini dan tips-tips lain terkait visa dan traveling langsung ke e-mail Anda? Ayo berlangganan newsletter Skyscanner!