Berita Perjalanan Apakah Anda Butuh Paspor dan Visa Untuk Naik Cruise?

Semua artikel

Apakah Anda Butuh Paspor dan Visa Untuk Naik Cruise?

Banyak cara mengelilingi dunia. Ada yang memilih road trip dengan mobil, naik kereta, terbang dengan pesawat, dan tentunya naik kapal mengarungi samudera.

Unduh aplikasi Skyscanner di sini

Berlibur dengan kapal pesiar

Kapal pesiar atau cruise bukanlah jenis liburan yang populer bagi wisatawan Indonesia. Apalagi, anggapan bahwa biasanya yang naik cruise adalah orang-orang yang berusia lebih tua, menjadikan cruising dipandang sebagai “liburan orang tua”. Padahal, naik cruise sekarang sudah mulai menjadi tren di kalangan anak muda, karena liburan ini agak “tidak biasa” sehingga membuat mereka yang berlibur dengan kapal pesiar terlihat lebih unik.

Liburan dengan kapal pesiar sendiri cocok untuk Anda yang sedang ingin bersantai, tak dikejar-kejar waktu, dan suka berbincang-bincang sambil networking dengan orang baru. Sambil menunggu kapal pesiar Anda tiba di tempat tujuan, Anda pun bisa menikmati beragam fasilitas dan hiburan yang disediakan di kapal pesiar, mulai dari arena permainan, teater, kasino, restoran, bar, kolam renang, jacuzzi, hingga pusat perbelanjaan.

Rute kapal pesiar

Dari Indonesia, titik keberangkatan kapal pesiar terdekat bisa Anda temukan di Singapura. Dari Negeri Singa ini Anda bisa berlayar mengelilingi Malaysia, Thailand, Filipina, Taiwan, Hong Kong, hingga Jepang – tergantung rute mana yang Anda pilih. Lama perjalanan pun bervariasi. Ada yang menyediakan paket satu hari (seperti Singapura-Penang), ada paket 4 hari 3 malam atau 5 hari 4 malam yang berlayar dari Singapura ke Thailand, ada pula paket 6 hari 5 malam yang akan membawa Anda hingga ke Filipina atau Hong Kong. Tersedia pula pilihan paket lain yang lebih lama, tergantung seberapa banyak waktu yang Anda miliki dan destinasi yang ingin Anda tuju.

Baca cerita Traveling Precils naik kapal pesiar dari Singapura ke Malaysia di sini.

Selain di Asia, operator kapal pesiar pun menyediakan rute yang lebih jauh, misalnya hingga ke Alaska, Eropa, dan Amerika Selatan. Waktu perjalanannya pun lebih lama, mulai dari tiga hingga enam bulan. Namun biasanya yang mengambil paket jenis ini adalah mereka yang memang ingin bersantai dan tidak dikejar-kejar waktu.

Baca juga cerita Setapak Kecil naik kapal pesiar dengan rute Manila – Hong Kong di sini.

Apakah butuh paspor dan visa untuk berlayar dengan kapal pesiar?

Lantas, ketika sebagian besar waktu Anda berada di lautan, apakah Anda membutuhkan paspor dan visa ketika berkeliling membelah dunia dengan kapal pesiar?

Jawabannya adalah: ya, tentu saja.

Proses pengecekan paspor dan visa mungkin tidak seketat dan sesering jika Anda melakukan perjalanan lintas negara dengan menggunakan mobil, kereta, atau pesawat. Akan tetapi, proses imigrasi tetap berjalan seperti biasa dan paspor serta visa Anda akan dibutuhkan juga. Jadi, jika Anda berniat liburan dengan cruise, pastikan Anda membawa paspor yang masih berlaku hingga enam bulan setelah tanggal kepulangan, serta konsultasikan mengenai kebutuhan visa Anda pada operator cruise yang Anda pilih.

Selain itu, jika kebetulan ada negara yang Anda tuju memiliki program bebas visa bersyarat untuk WNI – seperti misalnya Anda memiliki visa atau izin tinggal tetap dari negara tertentu sehingga Anda bisa memasuki negara lain tanpa visa – maka Anda juga diwajibkan membawa serta surat izin yang dibutuhkan (biasanya berupa Travel Authorization Certificate atau sejenisnya).

Hal yang sama berlaku jika Anda hanya membutuhkan e-visa untuk masuk ke negara tertentu. Pastikan e-visa Anda tercetak dengan jelas dan tidak rusak agar Anda tidak menemukan kendala ketika masuk ke wilayah negara tersebut.

Peta

Informasi benar per Nov 2017