Nama bandara ini diambil dari nama Frans Kaisiepo, pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Biak. Beliau merupakan salah satu tokoh di Konferensi Malino, yaitu konferensi yang membahas pembentukan negara Republik Indonesia. Beliau juga merupakan tokoh yang mengusulkan nama Irian yang berasal dari bahasa Biak. Bandara Frans Kaisiepo juga terkenal sebagai Bandara Mokmer.
Bandar udara di Biak ini mempunyai luas sekitar 206 hektar dan berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari pusat kota Biak.
Terminal:
- Domestik
- Luas: 1.367 m²
- Kapasitas penumpang: 100.000/tahun
- Internasional
- Luas: 1.781 m²
- Kapasitas penumpang: 85.000/tahun
Fasilitas:
- Bank
- Telepon
- Tempat makan
- Toko souvenir
Bandara dekat Biak:
- Bandara Manokwari (228km)
- Bandara Nabire (253km)
- Bandara Babo (333km)
- Bandara Utarom / Kaimana (381km)
- Bandara Tembagapura (383km)
- Lihat semua bandara di Indonesia.
